Mewaspadai Akun WA Diretas - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Dr Lasensu sedang mengikuti rapat tim sosialisasi Program Studi Ilmu Hukum FH UHO

Muh Sjaiful

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Agustus 2021

Minggu, 12 September 2021 07:23 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Mewaspadai Akun WA Diretas

    Haris Yusuf, berkomentar bahwa sudah saatnya kita harus berhati-hati dalam menggunakan fasilitas media sosial seperti wa dan lain-lain. “Kita jangan sampai gaptek (gagap teknologi)”, Kata Haris mengingatkan sebagai bentuk kewaspadaan agar akun media sosial kita tidak kena bajak dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

    Dibaca : 445 kali

     

    “Mohon jangan diterima nomor yang mengatasnamakan nama saya untuk minta pulsa atau sesuatu apapun karena itu bukan dari saya.....nomor saya dihack atau spam. Mohon jangan hiraukan”. Demikian bunyi pesan singkat dalam sebuah WA Grup, dari pemilik WA atas nama Dr La Sensu, salah seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO).

    Bunyi pesan itu kontan membuat kaget semua sivitas akademika FH UHO. Dapat diduga kalau WA Dr La sensu diretas dan disalahgunakan oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab. Tentu saja dengan tujuan menipu. Ketika reportase ini dibuat belum ada informasi berapa orang yang sudah menjadi korban. Namun, salah seorang rekan dosen, Dr Guswan Hakim mengaku telah menjadi korban. “Waduh....sudah mengirim pulsa”. Ini juga diamini oleh Lade Sirjon, dosen muda FH UHO, “Saya juga sudah transfer”. Belum dicek kebenarannya apakah keduanya sudah mengirim pulsa atau sekedar bercanda. Hanya Tuhan yang tahu.

    Menurut Haris Yusuf, dosen muda, juga dikenal sebagai pakar telematika di lingkungan FH UHO berujar dalam pesan WA singkat, “Pak Dr. La Sensu harus bikin konfrensi pers ini.....klarifikasi dan lapor polisi”. Haris juga menambahkan ini adalah pelanggaran maka pelakunya harus dihukum. Salah seorang dosen UHO, yang tidak mau disebutkan namanya, menyarankan kepada La Sensu untuk membuat rekaman konprensi pers dan disebarkan melalui video Youtobe. Menanggapi hal itu, La sensu hanya berujar singkat dalam pesan WA bahwa ia sudah melakukan klarifikasi via facebook.

    Salah seorang yang hampir saja menjadi korban penipuan berhasil membuat rekaman percakapan dengan pelaku penipuan. Pelaku seolah-olah Pak Lasensu menelpon calon korban. Isi percakapannya sebagai berikut:

    Pelaku: “Ini... Pak Sensu... Pak Sensu....”

    Calon Korban: “Ya Pak (Suara Perempuan sekitar usia 18 atau 20 tahunan, kemungkinan mahasiswi)

    Pelaku: ”...Aaaa.... dinda lagi dimana?”

    Calon Korban: “Ya....”

    Pelaku: “Ini siapa ini..?”

    Calon Korban: “Lagi di rumah pak”

    Pelaku: “Ini siapa...?”

    Calon Korban: Diam sejenak.... “Ya Pak”

    Pelaku: “Aaa.. Ini Pak Sensu... Dosen”

    Calon Korban: “Oh iya pak... kenapa pak?”

    Pelaku: Bunyi suara storing hp....”Lagi dimana?”

    Calon Korban: “Lagi..... Di rumah pak”

    Pelaku: “Oh Minta tolong boleh?” (Kurang jelas bilang apa)

    Calon Korban: “Ya Pak”

    Pelaku: “ Itu nomor... aaa. Dekat rumahnya Dinda.... Ada jual pulsa?”

    Calon Korban: “Ya...”

    Pelaku: “Ada?”

    Calon Korban: “Kurang jelas pak suaranya kita” (Sapaan kata Kita di Pulau Sulawesi Selatan/Tenggara untuk menunjukkan rasa hormat kepada yang dituakan)

    Pelaku: “Tempat isi ulang pulsa... Ada?”

    Calon Korban: “Ada Pak”

    Pelaku: “A..aaa”

    Calon Korban: “Ada... ada”

    Pelaku: “Coba tanyakan berapa itu isi ulang pulsa simpati yang 100?”

    Calon Korban: “ O...o.. iya pak (Suara tergagap)

    Pelaku: “Oo iya coba tanyakan... tidak usah dimatikan teleponnya”

    Calon Korban: Diam sejenak... “Tapi pak hujan”

    Pelaku:”.... Yang... Ada penting sekali ini bapak.. yah” (Suara sedikit memaksa)

    Calon Korban: Diam beberapa detik.... “Iya pak..”

    Pelaku: (Hening sejenak)....”Boleh..?”

    Calon Korban: “Hujan sekali pak di.. di.. disini” (Suara sedikit gugup)

    Telpon terputus.

    Haris Yusuf, berkomentar bahwa sudah saatnya kita harus berhati-hati dalam menggunakan fasilitas media sosial seperti WA dan lain-lain. “Kita jangan sampai gaptek (gagap teknologi),” Kata Haris mengingatkan sebagai bentuk kewaspadaan agar akun media sosial kita tidak kena bajak dari orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

     

    Reportase: Muh. Sjaiful

     

     

     

     

       



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.